INDONESIA
Negeri yang elok akan keindahan alamnya
Subur, Hijau seperti Zambrud
Pegunungan dan bukit-bukit menghiasi bagai Ruby
Ribuan pulau, dengan sensasi eksotis
Ribuan suku dengan keramahannya
Indonesiaku....
Tak henti-hentinya kau gerogoti oleh tikus-tikus kotor
Perihatin akan masyarakatnya yang msih hidup dibawah garis kemiskinan...
Bencana yang memporak-porandakan bangunan
Meluluh-lantahkan harapan anak bangsa....
Oh... Indonesiaku...
Marilah kita bersatu...
Memulai hidup yang lebih baik
dengan harapan yang baru...
Bangkitlah wahai Indonesiaku....
Kembalikan semangat 45'
Rabu, 07 November 2012
PUISI
IBU
Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarahi
Katanya untuk membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai
Ibu...
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah
Ibu…..
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….
Ibu….
Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah
Ibu…..
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….
Ibu….
Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..
Puisi
ASTAGFIRULLAH
ketika fajar mulai terbit,
ku ucap syukur kepada Tuhan yang senantiasa memberi ku berkah di pagi buta
bersimpuh diatas sajadah di lima waktu yang berbeda
aku selalu memohon ampunan dari-Nya
dosa yang pernah ku perbuat dimasa lalu,
seolah bagai momok mengerikkan digambaran neraka
yang tak habis-habisnya dibahasakan orang
berulang kali bibir ini mengucap
Astagfirullah...
Astagfirullah...
Astagfirullah...
hanya kepada-Nya kami memohon
bersujud dan berdoa...
hingga akhirnya mata ini terpejam...
izinkan kami mengucap
Asyhaduallah Ilaha'Illallah Waashaduanna Muhammaddarrasulullah
Laaa'ilahaillallah....
ketika fajar mulai terbit,
ku ucap syukur kepada Tuhan yang senantiasa memberi ku berkah di pagi buta
bersimpuh diatas sajadah di lima waktu yang berbeda
aku selalu memohon ampunan dari-Nya
dosa yang pernah ku perbuat dimasa lalu,
seolah bagai momok mengerikkan digambaran neraka
yang tak habis-habisnya dibahasakan orang
berulang kali bibir ini mengucap
Astagfirullah...
Astagfirullah...
Astagfirullah...
hanya kepada-Nya kami memohon
bersujud dan berdoa...
hingga akhirnya mata ini terpejam...
izinkan kami mengucap
Asyhaduallah Ilaha'Illallah Waashaduanna Muhammaddarrasulullah
Laaa'ilahaillallah....
Rabu, 10 Oktober 2012
PUISI ALIRAN ROMANTISME
RINDU
Benakku tak henti-hentinya melamunkan dirimu....
Tak gersang air mataku menangisimu..
Rindu dalam segenap kelaraan
Senja yang senantiasa memberi isyarat pada burung malam
Sejauh mata memandang, namun tak ku temukan bayang dirimu
Malam yang larut...
Cahaya rembulan tak dapat meredam kerinduanku
Dua musim, bayangmu tak pernah ku temui..
Serasa hati dalam dekapan kegalauan
Mencuak, menghadirkan kristal bening
Suara ditengarai ringkuk perih..
Mataku kini terpejam dalam tidur malam..
Sedikit demi sedikit asaku mulai memudar..
Berharap dalam mimpi aku bertemu denganmu...
Di peraduan bayang maya,
yang tak pernah dianggap nyata oleh segelintir orang..
Karena kau adalah harapanku...
Benakku tak henti-hentinya melamunkan dirimu....
Tak gersang air mataku menangisimu..
Rindu dalam segenap kelaraan
Senja yang senantiasa memberi isyarat pada burung malam
Sejauh mata memandang, namun tak ku temukan bayang dirimu
Malam yang larut...
Cahaya rembulan tak dapat meredam kerinduanku
Dua musim, bayangmu tak pernah ku temui..
Serasa hati dalam dekapan kegalauan
Mencuak, menghadirkan kristal bening
Suara ditengarai ringkuk perih..
Ku putuskan untuk menggelar Sajadah..
Bersujud memohon doa, agar Tuhan senantiasa menjagamu...
Mataku kini terpejam dalam tidur malam..
Sedikit demi sedikit asaku mulai memudar..
Berharap dalam mimpi aku bertemu denganmu...
Di peraduan bayang maya,
yang tak pernah dianggap nyata oleh segelintir orang..
Karena kau adalah harapanku...
PUISI ALIRAN REALISME
SATYA PANDI PRASITHA
Pagi yang kelabu....
Air mata terperah...
Kau pergi atas tuntutan pekerjaanmu...
Meninggalkan tanah kelahiranmu...
Seuntai peluru nan khas berbaris di bahumu
Menenteng senjata ke medan perang
Kau tak tau jika sewaktu-waktu kau akan ditembusi oleh peluru mu sendiri
Kau tak tau sedetik, atau semenit kemudian maut akan menjemputmu..
Dahulu,, kau seorang bocah laki-laki, kini...
Kau menjadi prajurit, senantiasa setia terhadap pimpinan...
Sebagai pengawal bangsa dan Negara...
Kau tak akan pernah tergoyahkan...
Namamu kan selalu ku kenang....
NYANYIAN KESUNYIAN
Dari cerah langit
Air mataku jatuh terperas,
Dari halilintar yang menggemuruhkan rindu...
Dari halilintar yang menyematkan badai..
Membuatku biru..
Lalu...
Hujan membasahi catatan penantianku di lembaran sore
Selembar daun dipetik angin,
Melayang berhembus bergantian..
Tak berhenti mendendangkan ritme kesunyian..
......Teruntuk dirimu...... seseorang......
Kasih sayang ku legendakan.....
Dari cerah langit
Air mataku jatuh terperas,
Dari halilintar yang menggemuruhkan rindu...
Dari halilintar yang menyematkan badai..
Membuatku biru..
Lalu...
Hujan membasahi catatan penantianku di lembaran sore
Selembar daun dipetik angin,
Melayang berhembus bergantian..
Tak berhenti mendendangkan ritme kesunyian..
......Teruntuk dirimu...... seseorang......
Kasih sayang ku legendakan.....
SEJENGKAL ISYARAT
Engkau boleh tertawa......
Tertawakanlah aku!
Engkau boleh menghina.....
Hinalah aku!
Ya.. Memang itulah kamu!!
Aku tau kamu mendengar
Aku tau kamju melihat
Aku pun tau kamu.... sangat tau
Tapi... sayang sekali kamu tak mengerti!
Tuhan memberiku kelegaan..
Aku sangat puas!!
Terima kasih... Terima kasih...
Aku lebih bisa menertawakan kamu lebih keras lagi...!
ha ha ha ha ha....
Engkau boleh tertawa......
Tertawakanlah aku!
Engkau boleh menghina.....
Hinalah aku!
Ya.. Memang itulah kamu!!
Aku tau kamu mendengar
Aku tau kamju melihat
Aku pun tau kamu.... sangat tau
Tapi... sayang sekali kamu tak mengerti!
Tuhan memberiku kelegaan..
Aku sangat puas!!
Terima kasih... Terima kasih...
Aku lebih bisa menertawakan kamu lebih keras lagi...!
ha ha ha ha ha....
Langganan:
Postingan (Atom)
